Friday, February 24, 2006

BRR Buang Duit?

Acaranya berjudul "Special Performance Night"

Isinya? Makan malam mewah sambil nonton anak-anak Aceh dan Nias perform. Yang dateng? Bule2 tamunya dosen gue Kuntjoro Mangkusubroto, sang ketua Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR), jadi gak heran kalo menunya juga menu bule.
Appetizernya pake sup ikan plus tomat kecil2 dengan rempah2 (kagak tau namanya :D), main course steak sapi lada hitam (or something taste like that), dessert-nya warm chocolate cake with vanilla ice-cream, yang rasanya mmmm... yummy.. :D

Tapi.. selama performance gue gak ngeliat para tamu merhatiin performance yang dibawain, ato mungkin cuma gue aja ya? Hehehe.. Tapi maksud gue, ini sangat berbeda dengan yang biasa gue tonton. Dan sangat.. maksa..

Karena penasaran, gue buka2 lagi buku programnya, coba cari tau apa maksud semua ini. Dan ternyata, gak ada keterangan lengkap disitu, satu hal yang gue anggap mengecewakan karena gue terbiasa nonton pertunjukan seni yang benar2 mateng, ada kata pengantar, ada tujuan, kegiatannya juga jelas. Nah, ini? Yang gue liat cuma makan malem mewah dengan kedok "Special Performance Night".

Trus ada alasan, "kegiatan ini adalah upaya untuk melestarikan budaya yang dikhawatirkan hampir punah karena tsunami", jadi gue pikir, oh, ini mungkin acara amal. Tapi gue pelototin lagi buku program maupun undangannya, gak ada tuh jejak2 dari "pengumpulan dana". Jadi sepertinya bukan.

Karena penasaaran, abis pertunjukan gue ama Sihar anak Sinar Harapan nyobain ke backstage, nanya2. Dan temuan gue semakin bikin gue bengong. Ternyata mereka adalah penari/ performers profesional. Mereka emang kerjaannya gitu, udah sering tampil dimana-mana. Iseng2 gue tanya anak2 muda itu (mahasiswa UKI kebanyakan), "Kalian dibayar gak untuk tampil malem ini?" tanya gue, santai. Jawaban mereka? "Haruslah!"
Nah, lho!!

Jadi, sampai keesokan harinya gue masih bertanya2 apa maksud pertunjukan malam itu. Apa bener cuma kedok agar BRR bisa menjamu tamunya? Kalo mengutip kata Eko, temen gue, "BRR cuma buang2 duit aja."

Tapi benarkah?

No comments: