Semua orang punya perang mereka masing2. Buat gue, tadinya gue gak pingin ikutan "perang" yang satu ini, tapi ternyata gue gak sanggup diem aja berlama2. Kenapa gue akhirnya memutuskan untuk ikut terlibat? Karena hari ini gue baca imel ini di milis Jurnalisme, dan gue marah. Gue kesal, karena mereka sangat sombong. Sangat egois, dan hipokrit. Isi imelnya begini:
Perihal : SOMASI
Kepada:
1. Gubernur Propinsi Bali
2. Pimpinan DPRD TK I Bali Di Tempat
Setelah memperhatikan pernyataan Gubernur Bali I Made Dewabrata, pimpinan DPRD Tk I Bali, dan sejumlah tokoh masyarakat Bali dalam menanggapi rencana pengesahan RUU APP, maka kami ajukan SOMASI dengan alasan sebagai berikut:
1. Logika pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali untuk menolak RUU APP adalah mengada-ada, karena masyarakat Bali sebelum ini hidup tanpa pariwisata. Justru dengan mengundang wisatawan asing, kemaksiatan merajalela, prostitusi tumbuh subur, narkoba bersimaharajalela, sehingga rakyat Bali menjadi budak di negerinya sendiri.
2. Logika budaya untuk menolak RUU APP sama sekali tidak berdasarkan fakta sosiologis dan filosofis, mengingat pakaian adat Bali relatif menutup aurat (tidak telanjang). Bahkan patung-patung di sana pun diberi kain penutup.
3. Ancaman Gubernur dan masyarakat Bali untuk memisahkan diri dari NKRI merupakan bentuk tirani minoritas dan arogansi yang bernuansa SARA serta ancaman perang terhadap kedaulatan NKRI, di samping melecehkan penduduk mayoritas muslim.
Mencermati pernyataan tersebut maka:
1. Kami mendesak Pemerintah cq TNI untuk segera bertindak tegas terhadap anasir disintegrasi yang nampak jelas dengan memanfaatkan momentum penolakan terhadap RUU APP.
2. Jika pemerintah SBY-JK membiarkan ancaman Gubernur Bali tersebut berarti pemerintah secara langsung maupun tidak, telah merestui separatisme di wilayah hukum NKRI, sehingga pemerintahannya merupakan pemerintahan subversif, anti NKRI, dan menyulut konflik SARA.
3. Jika TNI tidak sanggup menanggulangi dan menghentikan sikap arogansi dan anasir separatisme tersebut, maka Majelis Mujahidin bersama institusi Islam lainnya siap untuk menyelesaikannya.
Ya Allah, saksikanlah, kami telah menyampaikan, Allahu Akbar!
Jakarta, 12 Maret 2006
Drs. Fauzan Al-Anshari, MMKetua (HP.0811-100138)
---
THIS IS NOT MY WAR! tadinya, tapi sekarang gue akan merapatkan barisan. Lawan para hipokrit memalukan diatas!!
Jangan salah sangka, gue juga muslim, tapi imel diatas itu gue anggap "mengkhianati" gue. Mereka pikir mereka siapa mau nyerang Bali? Apa mereka pikir Bali ada masalah dengan memisahkan diri dari Indonesia? I don't think so. Kitalah yang rugi kalo Bali mengambil tindakan drastis itu.
Gue ke Bali September tahun lalu, dan ketemu salah satu anggota keluarga kerajaan Ubud, gue lupa namanya, dia pemilik resort Ibah yang sangat cantik (resortnya, bukan orangnya, sori :D). Dan gue pikir, dia adalah orang yang sangat bijaksana.
Tahukah kalian bahwa Ubud gak punya McDonald? Yeah, lambang kapitalisme Amerika itu gak ada sama sekali di Ubud. Alasannya? Para tetua adat disana menolaknya. That's why! So, you see, mereka gak seenaknya membiarkan Bali mereka rusak. Mereka juga punya batasan. Dan jangan anggap bahwa para turis itu berkeliaran seenaknya topless di pantai2 Bali. Tiap hotel/resort rata2 punya pantai pribadi, dan disitulah mereka berbikini ria. Dan kalo kalian kesana, gak usah khawatir banyak orang norak yang usil ngeliatin cara berpakaian kalian ato nyuitin kalian karena pake tank top. Gue kesana, dan gue ngerasa nyaman dengan orang2 Bali asli yang sangat menghormati pendatang, gak dibedain mau turis lokal ataupun turis asing. Dan gue pikir, itu adalah satu pikiran yang sangat bijaksana dan dewasa.
Gue kesel ama MMI karena mereka seenaknya mengeluarkan statement yang seakan2 mewakili semua umat muslim Indonesia, well, kalian bisa catat ini: GUE GAK DUKUNG KALIAN, SORI.
Hmmpphh... *tarik nafas, keluarin, tarik nafas, keluarin, tarik lagi...* Gue gak seharusnya marah2. Tapi ini sudah keterlaluan. Okelah, kalo mereka mau perang, silakan..
TOLAK RUU ANTIPORNOGRAFI!!!
No comments:
Post a Comment