Satu lagi aliansi muncul terkait Rancangan Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) yaitu Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA Indonesia). Nah, kalo yang ini, berbeda ama aliansi2 lain (Aliansi Mawar Putih, Aliansi Bhinneka Tunggal Ika) kerjaannya ngedukung RUU APP.Mereka sih pake alesan: selamatkan putra-putri anda dari pornografi. Nah lho!! Susah deh, kalo udah bawa anak2 kayak ini.
Jadi para anggota aliansi yang sebagian besar ibu-ibu dan berkerudung besar2 (without any prejudice whatsoever), gue liat marah2 karena aliansi2 yang menolak RUU APP semakin punya gigi dan mulai terbentuk opini masyarakat yang menolak RUU tersebut. Mereka bahkan berani bilang bahwa pendukung RUU ini jauh lebih banyak daripada yang menolak, dan bahwa mereka tidak terlihat dan hanya menjadi "silent majority" (for whatever that means).
Menurut gue? Asik-asik aja.. Hehe.. maksudnya, gue udah mulai pusing ngeliput RUU APP ini, gue ambil sikap abstain aja deh. Persetan aja deh. Mau dijadiin UU apa enggak, peduli amat!
Masalahnya, gue udah pusing ama semua wacana mendukung, menolak, mendukung, menolak, terserah! Dan yang bikin gue sebel, mereka mencoba untuk mendoktrin gue mengikuti pola berpikir mereka. Harusnya mereka tahu lebih baik dan membedakan mana sesi ama wartawan, mana sesi ama pengikut setia mereka. Harusnya mereka lebih ngerti kalo wartawan itu gak boleh berpihak. Harusnya mereka tahu wartawan itu udah terlalu capek "ngurusin dunia" dan udah gak berminat ngurusin urusan tetek bengek mereka. Hmmpphhh.... :(
Tapi ada ide aneh dari pertemuan tadi sore. Gue liat ibu2 itu sangat pusing banget ngurusin anaknya, takut terekspos pornografi. Tapi mereka malah ngeliatin bagaimana pornografi bisa masuk dari berbagai segi. Dari tivi, koran, VCD porno, kawan2nya... sepertinya gempurannya gak ada ampun. Membuat gue berpikir, kayaknya susah punya anak.. gimana kalo gak usah aja?
No comments:
Post a Comment