Saturday, July 22, 2006

Struggling To Survive

Baru dua tahun di dunia kerja, gue udah kecapekan. Dan saat ini yang gue lakuin cuma berusaha untuk bertahan. Ibaratnya berenang, gue udah kecapekan bikin badan gue ngambang dan mencegah untuk tenggelam dan gak ada tenaga sisa buat berenang ke darat.

I'm floating in this dizziness of works. I couldn't stand the intrigues, I can't understand the problems. I'm not strong enough to hit the wall but I can't turn back. I'm hopeless..

Capek! Adalah satu kata yang menggambarkan dengan jelas kondisi gue saat ini. Satu kata yang mungkin tidak dimengerti kakak gue yang terus2an nuntut ini itu dari gue. Nuntut gue nyediain waktu buat dia, nuntut gue ikut ngurusin urusan dia. Nuntut gue jadi gue sewaktu kuliah dulu. Tapi gak bisa gitu, mbak Fifien, sayangnya.. Saat ini gue terlalu preoccupied dengan apakah gue masih akan digaji bulan depan, apakah masa depan love life gue akan baik2 aja (just broke up with the boyfriend) dan apakah gue bakal bisa menabung. Hal-hal yang dulu gue sepelekan dan masih gue sepelein karena emang gak "penting", tapi tetep harus dipikirin karena.. c'est la vie. This is life.

Kakak gue sering banget becanda mau ngejadiin gue babysitter anaknya dia. Dan buat gue, joke itu gak lucu banget (why wouldn't they stop?). Suaminya juga sering banget ngebecandain utang gue Rp6 juta beli laptop ama dia, dan sama aja, gak lucu dan ngeselin. Okelah mereka udah sukses, punya rumah, dua mobil, dll. Tapi apa hak mereka ngerecokin gue?

Hmm.. gue marah2 lagi. Entah, gue kecapekan aja. Bahkan hari libur pun serasa enggak libur buat gue karena terlalu sibuk mikirin kerjaan yang gak beres2 dan seringkali liputan yang gak penting bikin gue eneg.

Gue udah minta transfer desk tapi gak didengerin. Dan gue bahkan gak pernah minta buat ditaruh di desk ini. And so I'm complaining again.. :(

3 comments:

Anonymous said...

Why don't you tell all the people who love you that you don't need them and that you want to be left alone? They don't understand you and you simply put the blame on them? You're complaining about your lousy boyfriend, your sister and your brother in law who had helped you a lot.

Don't you ever think what would they say or feel if they read what you wrote?

This is unfair.

LonelyWanderer said...

Everybody needs to let their anger go.

Gue bukannya gak sayang ama mereka, ini cuma kemarahan sesaat. Dan ngomong langsung ke muka mereka saat gue kesel sepertinya tidak membantu. Dan memperburuk hubungan.

All I want to say is, I still love them no matter what, it just, sometimes you just can't stand being around them.

Anonymous said...

kita senasib ..

it ain't easy being adek memang, apalagi bungsu hehe i love my older siblings with all my heart, i wish i would be strong enuff to keep on saying 'Yes' to whatever they ask me .. tapi ku tak sekuat itu

For a moment or two, we need them to understand that we are not Superman

hehe lega juga rasanya, to know that i'm not alone kumpleining