Bos gue baru dateng dari pameran media internasional, Ifra Fair di Belanda dan dia bawa2 satu sosok superhero baru buat kantor kita: the "Super Journalist".
Dalam presentasi berapi2nya di ruang rapat lt.19 kantor gue, disebutin kalo kecenderungan media saat ini adalah menuju ke konvergensi pemberitaan, ato kurang lebihnya kita gak bisa cuma jualan berita teks tetapi harus sekalian jualan dalam bentuk lain, foto, grafis, suara ato video.
"Dan saya senang sekali menyatakan bahwa ANTARA hingga saat ini telah berada di jalur yang benar," katanya seperti dikutip oleh, well, gue ;D.
Jadi, niat kedepannya, para wartawan tidak hanya akan bisa menulis tetapi juga bisa memotret dan nge-syut video, dan si wartawan itu emang diharepin buat ngerjain semuanya. Wah, pikir gue, kita emang disuruh jadi Superman kayaknya.
There's nothing new about this idea, actually, karena itulah yang sebenarnya telah dilakukan oleh para wartawan ANTARA, misalnya beberapa wartawan tulis ikutan ngirim foto ke biro foto (kecuali gue, karena gak pede ;D) dan beberapa fotografer kita yang juga mulai kirim berita ke redaksi. Tapi selama ini itu cuma jadi sampingan, tapi sekarang, jika si bos kecil kita telah berkenan, maka multitasking itu gak akan cuma jadi sampingan, tapi suatu KEWAJIBAN.
Dan dia dengan semangat nunjukin gimana wartawan gak akan bisa ngebohongin redaktur tentang lokasi mereka berada (sering dilakukan oleh wartawan2 yang gak mau disuruh2 jadi mereka berbohong tentang lokasi mereka sebenarnya, misalnya gue..) karena ditiap pesawat telepon Communicator yang kita pegang telah dilengkapi dengan fasilitas GPS (Global Positioning System) yang membuat mereka dapat melacak lokasi kita selama kita masih berada diatas Bumi.
Tapii... keyakinan dia itu kayaknya melupakan satu hal "kecil" yang menjadi kelemahan terbesar dari pemantauan tersebut, gimana kalo Communicatornya mati? (yang gue yakin juga akan dilakukan oleh wartawan2 yang males disuruh2 itu, seperti misalnya.. gue..;D).
Duh, ide basi yang lain lagi dari bos gue yang suka over enthusiastic itu, udah males ngedebat, gue tunggu aja gebrakannya dalam misi menjadikan semua wartawan ANTARA menjadi Super Journalist.
Dan gue cuma berharap dia gak lupa satu hal penting: SUPER JOURNALIST ITU BUTUH GAJI SUPER JUGA, KALII..
No comments:
Post a Comment