Jadi hari ini gue disuruh liput acara peringatan 60 tahun Piagam Jakarta. Dan gue dengan begonya berpikir bahwa gue bakalan ketemu para nasionalis, tapi gue malah ketemu fundamentalis. Hmm.. I should've knew it. Piagam Jakarta kan mempermasalahkan tujuh kata dibelakang Ketuhanan (sila pertama Pancasila) yaitu "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pengikutnya".
Suasana ruang pertemuannya sih rada "serem" menurut gue. Begitulah, dikit2 ada teriakan "Allahu Akbar" dengan berapi2. Yah, penyelengaranya aja Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), what do you expect? ;D
Yah, suasananya mirip ama pertemuan2 kaum feminis, cuma beda di "musuh" aja. Feminis musuhnya kaum pria dan ketidakadilan gender, fundamentalis musuhnya kaum non-muslim dan ketidakadilan. Eh, ternyata musuh mereka ada yang sama ding. Hehehe..
No comments:
Post a Comment