Tuesday, February 10, 2009

Wartawan.. Merangkap Calo?

Wartawan di Indonesia keren juga ya.. serasa Superman, dianggap punya kekuatan super. Dan kekuatan supernya itu adalah untuk membengkokkan aturan.

Contohnya co gue, sebut aja Brad Pitt (nama dirahasiakan demi keamanan. hehehe..), suka banget pengen diberhentiin ama polisi jalan karena penasaran buat bisa make "kartu saktinya". Gue gak pernah suka ide itu, gue selalu bilang, "Udahlah, say. Kasi aja SIM dan STNK mu, gak usah aneh2" dan dia selalu ketawa.

Dan gue juga gak luput dari dianggap sebagai superman. Yang paling "aneh" adalah pas gue disamain ma calo. Well, gue diminta untuk ikut serta menyukseskan mutasi seseorang ke daerah lain dengan alasan, karena gue dianggap dekat dengan pejabat, maka mutasi itu bisa dilobi.

Lobi?? Lobak gue tau.. sort of. Tapi lobi mindahin orang? Dan karena "terpaksa" gue nelpon juga orang2 yang harus gue lobi. Dan seperti yang gue duga, they laughed at me!! Karena lobi gue yang gak terlalu kuat ato karena ada prosedur yang memang harus dijalani (well, sebenernya untuk kasus itu, gak ada prosedur karena emang kedua daerah itu gak punya perjanjian ekstradisi) ya gak bisa semudah itu. Great, pikir gue. Sekarang gue harus menanggung malu ketemu narasumber itu karena sapa tau gue dianggap calo jabatan.

Dan hari ini, gue juga diminta melobi kelompok tur siswa yang gak dapet jadwal tur karena emang overbooked. Dan gue, bak superman, diminta untuk merubah jadwal itu agar tidak overbooked dan bisa mengakomodasi keinginan tur yang sepertinya tidak dapat ditunda itu. Wow, kata gue dalam hati. Kalo aja gue bisa merubah dunia seperti mau gue (dan seperti kemauan orang2 itu), gue udah kaya kali yah..

Kenapa orang suka banget membengkokkan aturan? Just to suit their mood? Mereka hidup dimana sih, sebelumnya? Di planet yang berlabel nama mereka sendiri? Atau memang aturan sudah gak dianggap penting, ato bahkan, sudah dianggap gak ada di negeri ini?

No comments: