Belakangan ini gue kehilangan kemampuan menulis indah gue yang biasanya bisa dibanggakan *uhuk* sori, keselek cangkir tadi. Tapi seriusannya, abis dari Raja Ampat, bukan cuma speechless, gue jadi writeless juga *is that even a word?* dan gak sanggup menuangkan segala keindahan itu diatas.. layar netbook HP mini gue.
Dan itu jadi masalah? Demikian kalian pasti bertanya-tanya. Dan jawabnya: IYA! Masalah banget itu. Soalnya gue kan dibayar untuk menulis. Dan kehilangan kata-kata, atau kemampuan untuk merangkainya adalah sebuah kutukan laknat abadi bagi para penulis. Semalem aja si Yeni sempet-sempetnya cerita tentang bagaimana Virginia Woolf selalu merasa tulisannya tidak sempurna dan berakhir dengan dia depresi dan bunuh diri. Dan gue jadi khawatir.. Untungnya gue penakut, jadi bunuh diri gak pernah masuk to-do-list gue.. :D
Tapi gue juga jadi bertanya-tanya, seberapa sulit ya menulis Raja Ampat?? Harusnya kan gak sulit yah.. Dengan slogannya sebagai the last paradise on earth, Raja Ampat begitu cantik, klo saja gue punya duit, pasti mau banget extend disono. Apadaya, kita kere.. Hahahaha... Hahahaha... husss... awas keselek lalat.
Tapi yang ada, gue merasa terlalu santai, seperti di pantai.. dan gak bisa menulis.. Hadeeeh... begimana iniiii???
berasa santai.. kayak di pantai.. aseeekk... *backsound: Welcome to my Paradise

No comments:
Post a Comment