Sepertinya tidak juga. Intimidasi bagi saya adalah sebuah permainan kekanak-kanakan, tapi toh beberapa orang menganggapnya serius dan melakukannya tiap hari. Mungkin karena kebiasaan. Mungkin karena ia tidak sadar kalau ia sedang melakukannya.
Dunia kewartawanan pun tak lepas dari "permainan" intimidasi semacam ini. Redaktur mengintimidasi wartawan. Wartawan senior mengintimidasi wartawan junior. Rekan kerja mengintimidasi sesama. Heboh..
Beberapa kali tergabung dalam kelompok wartawan untuk meliput satu bidang tertentu, saya mengalami hal ini. Bagaimana seseorang bisa mengintimidasi yang lain untuk "menahan beritanya untuk dikeluarkan besok saja," atau yang lebih konyol "berita ini harus ditulis seperti ini!" Kan, tiap media sukanya angle yang berbeda... :D
Mungkin memang itu cuma salah satu cara untuk bertahan. Seperti suatu sistem pertahanan makhluk hidup. Mungkin memang seorang wartawan harus bisa melakukan itu.
Tapi saya tidak ingin melakukannya...
*biarpun saya sering mengintimidasi cewek2 lain yang mendekati pacar saya.. hehehe...*
No comments:
Post a Comment