Eniwei, hari ini redaktur gue seperti biasa menurunkan titah mingguannya dan untuk minggu ini adalah kampus SETIA. Dengan perintah lebih spesifik, "membuat tulisan untuk menetralkan suasana, agar solusi yang dibuat membawa perdamaian". Hmm.. bukannya lebih seru kalo berantem? :D
Di Balaikota, anak2 keliatan malas2an. Bahkan gue yang dateng siang (;D) gak lagi diperhatiin, karena hampir semuanya dateng siang dan gak ada energi buat ngegodain yang lain. Semua orang kayaknya udah pada marah karena diusik dari ketenangan liburan panjang.
"Gimana libur long weekend?" adalah pertanyaan yang muncul disana sini dan dijawab dengan sinis, "Gue cuma libur dua hari," ato "Gue masuk Sabtu," dan yang lebih tragis, "Gue cuma libur sehari" (hmm.. tragis, emang).
Minggu kejepit masuk, kebagian liputan aneh, penandatanganan Komitmen Integritas bagi parpol. Hahaha.. big joke. Dan sepertinya parpol2 berpendapat sama ama gue, gak ada yang dateng. Cuma enam parpol kirim perwakilan dari 38 yang diundang. Dan itu cuma perwakilan doang, gak ada yang dateng pimpinan parpolnya. Hahaha.. there goes our integrity! (Panitia sepertinya lupa: mana ada parpol yang mau punya integritas? Kalo pada punya integritas, gak bakal menang kalee...). Ajeng aja sampe bosen ngedenger petuah2 bijak selama acara.Gue akhirnya nulis beritanya dengan judul seperti ini: Parpol "Ogah" Tandatangani Piagam Komitmen Integritas, yang dikomentari Ajeng (yang nemenin gue liputan) dengan, "Wah, sadis juga judulnya". Gue bilang, "Menurut loh??"
Akhirnya karena bosen dengan acara liputan garink dotcom itu, gue ama Ajeng sepakat untuk jalan-jalan ke Jl. Jaksa. Gue tertarik karena dibujuk dengan dua hal: teh tariknya enak dan murah. Well, alasan kedua pastinya lebih menarik buat gue yang sementara ini menunggu gajian yang kayaknya masih jauh banget (hiks..).Dalam perjalanan, Panda telp dan sedikit kaget mendengar rencana gue untuk cruising the night di Jl. Jaksa apalagi dengan embel-embel "mencari bule" yang gue lontarin pura2 gak sengaja. Hahaha.. santai aja, say. Ngapain ngejar bule kalo gue punya elu. Hihihi.. cheesy as it sounds, it is true.
Nongkrong di Jaksa sampe hampir tengah malam, Panda nelpon lagi dan menyatakan keberatannya cewek2 nongkrong sampe malem. Dia gak ngomong verbally sih, tapi kerasa aja. Hmm.. sori, babe, gak tau tuh. Lagi pengen aja..Acara curhat di Jaksa dilanjutin sampe ke kosan. Isinya? Tentang seorang oknum pria yang bajingan tapi romantis, disela2 ngebungkus kado buat Ochi dan komentar gue, "You're being stubborn" dan "Mending ngomong ma lemari" yang sering keluar diakhir prolog panjang gue.
Tapi petualangan kecil gue waktu liburan itu telah membuka mata gue akan beberapa hal:
1. jalan Jaksa ternyata asik juga buat nongkrong
2. Panda gak suka gue gentayangan malem2 (apalagi ditambah dengan 'acara mencari bule' hihihi..)
3. Ngomong ama lemari kadang2 lebih enak daripada ngomong ama orang yang lagi senewen dalam bercinta (hahaha.. peace, Jeng!)
4. Gak ada bule juga di Jaksa.. ;p
5. Parpol gak tertarik ama integritas dalam berpolitik.
Hehehe..
No comments:
Post a Comment