Dan kenapa harus nunggu begitu lama? Ya.. simpelnya sih, karena gue males. Bukannya gak ada undangan, undangan sih tiap hari ada aja. Tapi begitulah..
Pertama, jam buka bareng itu bertepatan banget sama jam sibuk ngetik berita. Itu aja udah bikin males beranjak dari depan komputer demi mencatatkan kinerja bagus dan berharap ada tunjangan prestasi.
Kedua, Jakarta macetnya amit2. Untuk bisa dateng ke sebuah undangan, minimal dibutuhkan satu jam. Itu kalo di dalem kota. Kalo diluar kota.. ya.. gila aja bikin buka bareng diluar kota. Hehehe...
Ketiga, gue orangnya gak sabaran dan 'picky' dalam memilih makanan. Itu menyebabkan gue sama sekali tidak suka acara mengantri meja prasmanan yang bisa jadi berakibat gue makan makanan yang tidak sesuai selera.
Jadi, apakah gerangan yang menyebabkan gue mau menyeret pantat pemalas gue ini ke Setiabudi Building di Selasa sore nan cerah dan macet ini? Satu kata: Ellis.
Temen keriting nan cantik gue itu hendak bertualang menemani suami ke Polandia sehingga ia berharap kita mau berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Hihihi.. kesannya dah mati aja.
Dengan iming2 ditraktir, akhirnya ia sukses mengumpulkan anak2 Oni yang tersisa di belantara Jakarta, bahkan Fino juga berhasil didatangkan jauh2 dari Bekasi untuk kembali bernostalgia mengingat masa2 kuliah kita nan lugu dan menawan. Huahaha.. ngarang banget tuh.
Well, it's going to be great. These people are not just my friends, they are my family. Brothers and sisters, in laughter and sorrow.. and that would be: sidang sarjana! (dan segala persiapan sebelumnya)
;D
*diketik sambil menikmati kemacetan Jakarta didalam sebuah taksi Blue Bird yang terpaksa dinaiki karena buru2 dan gak ada pilihan lain.
No comments:
Post a Comment