Tuesday, March 26, 2013

Mengkritisi Film Indonesia. Sedaappp..

Sejak beberapa minggu terakhir, karena bidang liputan yang sedang menyepi dan menyebalkan, akhirnya saya terpaksa "melebarkan sayap" untuk meliput bidang lain untuk mengisi kekosongan. Dan hiburan menjadi pilihan karena.. yah, karena ada yang mengundang saja sih.. :D

Alhasil dalam dua minggu ini menghadiri dua screening film Indonesia. Dan saya kecewa. Terus terang saja. Saya pikir setelah saya tinggalkan dunia hiburan itu lima tahun yang lalu, banyak perkembangan dan kemajuan dalam dunia perfilman, ternyata..

Film pertama, film horor. Oke, ada beberapa scene yang cukup horor, awalnya, tapi horornya batal pas hantunya mulai muncul bertubi-tubi dari pertengahan film ke akhir. Dan skenarionya.. ya Tuhan.. saya menolak percaya penulis skenario Indonesia gak ada yang berbakat. Saya tidak percaya. Tapi entah kenapa, cerita yang akhirnya lolos difilmkan adalah cerita yang.. singkatnya, busuk.
  
Film kedua, drama. Dari SMS undangan yang saya terima, disebutkan bahwa ini adalah film drama bermutu dan kata-kata sejenis itu. Baiklah, kata saya yang masih merasa optimis (berharap, lebih tepatnya), saya akan bangun pagi demi membuktikan harapan saya benar.

Lima menit pertama, harapan saya meningkat, sepertinya film ini akan menarik. Gambarnya cantik, potongan gambar pembukanya membuat penasaran, seorang pria muda berbaju setelan jas lengkap dengan dasi berdiri disebuah atap gedung dan bersiap melompat sambil memberikan narasi. Dan kemudian melompat. Baiklah, kata saya sambil membenarkan posisi duduk, sepertinya film ini menjanjikan.

Tapi seperti biasa, saya dikecewakan. Baiklah, saya tidak boleh terlalu banyak mengkritik (apalagi gak bisa buat film sendiri, hehehe..) jadi akan saya bilang.. hmm.. saya bosan menonton film ini. Bosan, mengantuk, dan sepanjang film penuh dengan gerutuan saya, "Ah, sudahlah.." setiap kali adegan dramatis diperlihatkan. Saya bukan anti adegan dramatis, tapi adegan yang kelewat dramatis membuat saya batal nangis, yang ada saya malah sebal. Soalnya adegan-adegan itu seperti memaksa, memperkosa saya, dengan ancamannya, "Nangis gak lu? Nangis gak, sekarang? Kalo begini, nangis gak lu? Awas aja, klo gak! Awas!"

Dan karena bidang liputan saya masih sepi-sepi aja, besok sepertinya saya akan kembali mendatangi sebuah screening film Indonesia. Katanya sih ini adalah sebuah film drama bola. Seperti apakah filmnya, apakah akan menakutkan saya?? Apakah akan membuat jera, membuat saya lari keluar gedung bioskop berteriak, "Saya kapoookkk" atau benar-benar bagus dan saya mengeluarkan air mata asli, bukan air mata buaya biasanya?? Mari kita tunggu laporannya besok.

Dan sebenarnya saya tertarik menghadiri film itu karena acaranya diadakan di sebuah mall yang memang saya jadwalkan untuk dikunjungi dalam waktu dekat. Yah.. sambil menyelam minum air, katanya.. hihihi..

No comments: