Thursday, July 19, 2007

Bagaimana Cara Menarik Perhatian?

Kalo masalahnya adalah bagaimana cara menarik perhatian cowok sih, jawabannya simpel banget. Buka kancing. Huehehe..

Tapi.. kalo yang nanya itu adalah Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan alias Komnas Perempuan, jawabannya gak sesimpel itu. Jadi para Komisioner yang baru ngumpulin para wartawan untuk membicarakan persoalan dasar di mereka: bagaimana cara menarik perhatian media untuk menuliskan tentang isu perempuan?

Karena yang diundang banyakan wartawan, kita ngobrolnya di tataran praktis banget. Anak Jawa Pos kasih penekanan kepada bagaimana Komnas Perempuan selalu bersifat ekslusif dan terkesan hanya bermain di level legislatif, menyuarakan mengenai peraturan perundang-undangan.

Sementara kasus riil tentang perempuan jarang banget digarap mereka.

"Bagaimana kalau mengangkat kisah Suciwati yang memperjuangkan keadilan bagi kematian suaminya Munir? Atau bagaimana lumpur Lapindo paling banyak mempengaruhi perempuan dan anak2? Kenapa tidak mengangkat itu saja?" katanya berapi-api.

Gue senyum2 aja. Pas banget tuh, nonjoknya. Emang Komnas Perempuan kan selama ini gak jelas kerjaannya ngapain dan emang jarang banget terlibat dalam kasus-kasus perempuan yang bener2.

Sekalian lagi nampar para komisioner, gue ikutan deh (hehe.. dasar orang Indonesia, menyukai kekerasan kolektif). Gue aduin aja gimana sulitnya mencoba menghubungi orang2 Komnas Perempuan.

"Saya gak pernah dikasih nomor hape Ketua Komnas. Kalau ada kasus tentang perempuan dan saya ingin minta pendapat, seringnya dioper kesana kesini, itu menyusahkan kami," kata gue, dan ini beneran kisah nyata. Si ibu Kemala dan teman2nya itu kan gak pernah mau ngasi nomor hape dan sering jutek ama wartawan.

Tapi seru aja sih ngeliat mereka menyediakan diri buat "ditampar" rame2. Untung orang2nya asik, jadi mereka seru2an dikritik sana sini dan berterima kasih atas "masukan yang sangat berarti".

Coba semua orang (terutama orang2 di Senayan) bisa berbesar hati kayak mereka, dunia sepertinya akan jadi lebih damai. Hehehe..

Beritanya: Pemerintah Wajib Dorong Pemenuhan Kuota Perempuan di Legislatif

dan berita kemaren Menteri Harusnya Bukan Jatah Partai, Kata Pakar

No comments: