Friday, July 20, 2007

Perempuan Tukang Belanja?

Ada yang lucu dari diskusi di Imparsial hari ini. Judulnya garang: Perempuan, Free Trade Agreement (FTA) dan Perlawanannya. Isinya? Hmm..

Sekali lagi ketemu orang dari Komnas Perempuan, Arimbi. You know, gue rada-rada optimis sama komisioner2 Komnas yang sekarang, selain humble mereka juga logikanya jalan.Dan gak main tuduh2 aja, mereka juga mau susah payah riset latar belakang.

Dan satu hal yang rada kocak adalah pas ada yang nuduh kalo sifat konsumerisme perempuan adalah penyebab kapitalisme sekarang ini. Misalnya dunia fashion.

Dan yang nanya itu cowok, pastinya. Dan dia langsung ditampar sama Arimbi. Gak bisa diambil kesimpulan segampang itu, katanya. Kalo mau main data, dapat dilihat kalo kemiskinan dan penindasan tetap paling banyak dialami perempuan.

Tapi emang gak masuk akal juga kalo perempuan dituduh doyan belanja sehingga bikin kapitalis2 berkuasa. Maksud gue, hello, budaya patriarki menyebabkan belanjaan menjadi tugas perempuan. Dan gue yakin kalo dibandingin, belanjaan cewek ama cowok itu banyakan cowok.

Cowok emang "jarang" belanja, tapi sekali belanja mereka duitnya lebih gede. Biasanya begitu. Cewek2 sering belanja, tapi kita jago nyari yang lebih murah. Jago nawar.

Tauk ahh, pusing. Mending gue gak ikut mikirin. Mending gue belanja sepatu aja. Hehehe..

1 comment:

Anonymous said...

wah, arie udah jadi wartawan nasional banget. i feel like seeing you two three years a go. btw, komentar buat entri lo, kalo perempuan berhenti bersikap defensive (stop talking, maksudnya) and do the things they repeatedly say they are able, as good or even better than their male counterpart kayaknya isu gender inequality itu bener2 akan menjadi sejarah.

late nite traveller