Thursday, August 23, 2007

A Stupid Award

Oke, I will be rude this time, but simply because I found this award stupid. Or maybe because I'm a synical and sceptical person. Anyway, these people gave away awards to those few honest people still left in this planet.

And I should stop being so synical. ;D

Back
2300249 8/23/2007 12:01:42
SENI BUDAYA DAN HIBURAN

DARMINT AWARD, SEBUAH PENGHARGAAN BAGI KEJUJURAN

Jakarta, 23/8 (ANTARA) - Sebuah penghargaan unik yang diprakarsai Yayasan Darmint Award akan memberikan apresiasi terhadap kejujuran yang ditampilkan para tokoh dari berbagai bidang.
"Inti penghargaan ini adalah siapapun orang yang jujur patut kita beri apresiasi. Soal benar atau tidak kejujuran itu, bukan kita yang menilai," kata Ketua Yayasan Darmint Award Ahmad Bahar di Jakarta, Rabu malam.
Pemberian penghargaan terhadap kejujuran yang pertama itu dilaksanakan di Darmint Cafe, Pasar Festival, yang memberikan penghargaan terhadap 12 orang mulai dari pelawak, politisi, hingga pelaku poligami.
Penerima lengkap penghargaan tersebut adalah Barata Nugroho atau Polo sebagai pelawak terjujur, Ronny Pattinasarani (Olahragawan), Kiswanti (Pendidik dan Usaha Kecil), Inul Daratista (Artis Dangdut), Naysilla Mirdad (Artis Remaja), Adang Daradjatun (Politisi), Mulyana W. Kusumah (Profesi), Bupati Jembrana Bali I Gde Winasa (Birokrasi), Bupati Semarang Bambang Guritno (Birokrasi), Rivenaoun Panggabean dari Komunitas Air Mata Guru untuk kategori pendidik.
Pelaku poligami Puspo Wardoyo juga mendapatkan Darmint Award untuk kategori keluarga di mana pemilik rumah makan Wong Solo itu disebut pantas mendapatkan penghargaan karena "kejujurannya di depan forum ataupun umum tentang dirinya yang siap beristrikan lebih dari satu (poligami) walaupun banyak ditentang kaum wanita akan tetapi banyak pula didukung oleh kaum lelaki".
Kejujuran menjadi dasar dari semua pemilihan pemenang Darmint Award yang didukung oleh Darmint Cafe itu.
"Kejujuran ini sangat penting karena merupakan solusi terhadap persoalan bangsa ini," kata Ahmad Bahar.
Penerima penghargaan yang sangat acak itu disebut panitia dipilih oleh sebuah Dewan Juri independen dari berbagai bidang yakni M. Sobari (budayawan), M. Anis Baswedan (akademisi), TM Lutfi Yazid (praktisi hukum), Ahmad Bahar (pengamat sosial), Effendi Ghozali (pakar komunikasi), Zaim Uchrowi (penerbit), serta Andy Juniarso (praktisi usaha).
Banyak di antara "pemenang kejujuran" tidak menghadiri acara pemberian penghargaan tersebut, namun salah satu pemenang yang menghadiri penganugerahan tersebut, artis remaja Naysilla Mirdad (anak kandung pasangan artis Jamal Mirdad dan Lidya Kandau) menyatakan ia merasa senang.
"Saya tidak tahu kenapa saya bisa menang, tapi saya merasa senang," paparnya sumringah.
Menurut keterangan panitia, Naysilla menerima penghargaan karena "kepolosan dan keluguannya dalam menyampaikan pendapatnya di depan publik serta keuletannya menekuni profesi sebagai artis walau sibuk dengan masa pendidikannya".

(T.A043)(T.A043/B/s018/s018) 23-08-2007 11:59:27NNNN
Back
Database Acuan Dan Perpustakaan LKBN ANTARA

No comments: