Klo ngomongin musik rock, terutama yang 80-an, ingatan gw akan langsung terbang ke jaman-jaman om gw Yanto masih remaja. Yep, dialah satu-satunya orang yang gw kenal yang sangat menyukai band-band sangar dengan poster menyeramkan itu. Kamarnya penuh dengan poster Scorpions, Kiss, Europe dan siapalah itu, gw gak pernah merhatiin. Karena gw masih sangat kecil waktu itu. Dan poster2 itu menyeramkan buat anak kecil. Hahaha.. om gw juga punya poster Farah Fawcett yang tersohor itu dan cewek2 berbikini lainnya, tapi itu juga cuma nyempil diantara poster2 rock band yang menyeramkan.
Satu2nya yang tertarik dengan musik rock itu, gw inget adalah kakak gw yang paling tua, Ririn. Tapi itu juga karena dia yang paling cukup umur untuk tahu bahwa cowok2 bercelana kulit ketat pegang gitar macam Bang Haji Rhoma Irama itu bukanlah penjelmaan setan. Hahaha.. waktu kecil rupanya imajinasi gw terbatas, jadi setan gw perkirakan berwujud rock band itu.
Jadii... singkat cerita, band 80-an menyeramkan buat gw. Dan gw gak pernah jadi fans. Tapi karena perjalanan hidup (hehehe..) seringkali mengalami tikungan dan putaran dan belokan yang acak (or is it really, random? ;)) belakangan ini gw jadi mencoba memahami musik rock ini. Dan iya, ini adalah pengaruh dari seseorang.
Tapi satu hal yang menarik dari menyukai seseorang, menurut gw, adalah bagaimana orang itu bisa membuat lu belajar lebih banyak tentang diri lu sendiri. Yeah, gw ngerasa gw banyak belajar, banyak memperhatikan diri gw sendiri, daripada memperhatikan dia. Well, gw hanya ketemu dia seminggu sekali atau dua kali, sisa waktunya gw pakai untuk mencoba mengenali diri sendiri dan apa yang gw mau. Dan mencoba hal-hal baru. Seperti musik rock klasik.
Sejauh ini, musik classic rock ini adalah yang paling membuat gw bisa terlibat. Aktif terlibat. Mungkin karena ini yang paling aksesibel buat gw, entah. Jadi setiap cowok yang pernah deket ama gw punya pilihan musik masing-masing, mulai dari piano klasik, rock, top 40 atau musik alay inbox/dahsyat (hahaha.. gw paling gak bisa terlibat yang ini) dan gw sempat mempelajari beberapa diantaranya. Maksud gw, Chopin emang musisi hebat dan lagu Placebo "Pure Morning" itu spesial, tapi gw gak pernah benar-benar bisa menganggap mereka adalah musik gw.
Dan classic rock, apakah sekarang jadi musik gw? Entah.. sejauh ini, pilihan lagu dia enjoyable dan bagus. Dia akan kirim lagu yang menurut dia bagus untuk gw dengerin dan dua diantaranya jadi lagu pengantar tidur gw sekarang. Bukan yang rock 80-an, tapi ada juga lagu2 new age yang dia pikir bagus. Dan emang bagus. Gw gak pernah tau ada band Bliss tapi lagunya "Kissing" itu sangat spesial. Mungkin karena judulnya sangat bermuatan #kode (akan dibahas di lain waktu :D) atau karena memang musiknya sangat menenangkan.
Gw bahkan nonton filmnya Tom Cruise "Rock of Ages" atas usulan dia juga. Sebelumnya Yeni juga udah bilang filmnya bagus dan lucu, dan bahkan dia bisa mempengaruhi Eko untuk nonton yang berkomentar sama. Tapi baru ketika dia juga bilang klo film itu layak ditonton, gw baru terpikir untuk nonton. Hahaha.. sebesar itu pengaruh dia ke gw. Jangan2 kalo dia bilang gw harus nonton Shahrukh Khan konser, gw akan pergi juga.. :))
Rock of Ages memang lucu, harus diakui. Bahkan Tom Cruise yang biasanya gw benci, tidak terlihat menyebalkan disitu. Tapi ceritanya alay juga sih.. cerita cinta juga. Tapi lumayanlah, menghibur. Ato mungkin karena gw nontonnya ama dia juga sih. Hahahaha..
No comments:
Post a Comment