Oke, gue harus ngaku kalo gue nyesel banget nonton "Saw II" hari ini. Jadi, seperti biasa, tiap minggu gue kan nonton satu ato dua film buat diresensi. Nah, hari ini dengan sialnya film yang "harus" gue tonton itu "Saw II", yang pastinya sih lanjutan dari "Saw" *damn sequels* (gue mendukung bahwa film-film yang tidak menyenangkan tidak usah dibuat sekuel, pleassseee!)Gue udah tahu bahwa gue akan nyesel nonton film ini, tapi karena minggu kemaren gue udah "bolos" dua kali, gue jadi gak enak juga ama yang ngundang. Biasa, masalah sopan santun dan lobi-lobi, bisa2 gue gak diundang lagi kalo mangkir mulu.
So, there I was, sitting in the darkness, nonton orang2 dicincang2 semena2 *susah emang bahasa Indonesia ini ya..;D*. Dan gue gak habis pikir, orang sesakit apa yang nonton film ini? Seriously, this movie is sick and sickening.
*Peringatan untuk para ibu dan para calon ibu. Pliss, pliss, pliss.. jangan biarkan anak anda yang suci tak ternoda menjadi ternoda dan bercita-cita menjadi seorang psikopat setelah nonton film ini. Jika mereka minta ijin ke bioskop nonton Saw II, larang saja! Dan pastikan mereka dirantai ke ranjang biar gak curi-curi lompat dari jendela! Hehehe..*
Tapi anehnya, resensi film ini berhasil gue selesaikan hari ini, meskipun wangsit yang diawali dengan bunyi "tiinngg..!" masih belum mendatangi gue lagi.
No comments:
Post a Comment